Minggu, 15 Oktober 2017
Berkas Hasil Pertemuan Teknis
Selamat siang Generasi Inovatif!
Wah, tidak terasa ya SBS 2017 semakin dekat! Sudah H-5 menuju Semarak Bahasa dan Seni 2017!
Untuk seluruh peserta diwajibkan datang di acara pembukaan Semarak Bahasa dan Seni 2017 pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017 di Aula K FKIP Universitas Lampung pukul 08.00 WIB. Seluruh peserta wajib hadir lima belas menit sebelum acara dimulai. Jangan sampai lupa ya! Tetap semangat!
Untuk mengunduh jukplak dan juknis h asil TM, silahkan klik laman di bawah ini:
Jukplak Juknis Hasil TM
Untuk mengunduh berkas-berkas yang diperlukan, silahkan klik link di bawah ini:
Berkas SBS 2017
Untuk mengunduh dokumen contoh lagu dan puisi, silahkan klik link di bawah ini:
Berkas Puisi dan Lagu
#ReadyForSBS2017
#SBSWillBegin
#JunjungTinggiBudayaIndonesia
#SolidaritasTanpaBatas
#HMJPBS2017
#Generasi_Inovatif
#Pendidikan
#MediaInformasi
Minggu, 01 Oktober 2017
Link untuk Mengunduh Berkas-berkas SBS 2017
Assalamu'alaiakum. Wr.Wb😃
Selamat siang, Generasi Inovatif!🙏🙏🙏
TABIK PUN!! 🙏 👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Wah, SBS sudah semakin dekat! Hari ini sudah masuk H-19. Sudahkah kalian daftar hari ini? Wah, wah wah, kalau belum ayo segera daftarkan diri dan sekolah kalian ke kompetisi bahasa dan budaya terketjeh di Lampung tahun ini! 👊😎 Dan untuk SBS pada tahun 2017 ini menghelat Tema "Generasi Inovatif, Aktif Berbahasa, Kreatif Berbudaya" Yuk, dipilih lomba yang ingin kalian ikuti di bawah ini:
🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽
.
.
📃 La Poesie (50K)📌 085669923308 (Arty)
🎻 Musikalisasi Puisi (150K/Group)📌 083819343760 (Farid)
📝 Cipta Cerpen (35K)📌 087797008012 (Yulina)
🎊 Tari Kreasi (150K/Group)📌 0895353281861 (Tami)
📼 Musik Tradisional (150K/Group)📌 083170073367 (Nadya Y)
📻 Speech (40K)📌 085840360417 (Nurul)
🎭 Karikatur (35K)📌 082379684320 (Iis)
💡 Scrabble (75K)📌 085764527199 (Dwi P)
📹 News Casting (50K) 085769490574 (Atma)
🎤 La Chanson (75K)📌 089660337392 (Sigit)
.
.
Kuy Kuy Bagi Kaum Pelajar SMA/SMK/MA/SMU dan sederajat buruan daftar perlombaan SBS 2017✌😸
.
.
⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬⏬
🔛Catat ya Pendaftaran:
📆 14 September-13 Oktober 2017
🔜Informasi Lebih Lanjut:
📲 082281763714 (Mia) ☎ 082261812621 (Afi) 📩unilapbs@gmail.com
FB: Hmjpbs Fkip Unila
Ig : hmjpbs.unila
Tempat Pelaksanaan:
Jl. Soemantri Brojonegoro, No. 1, Gedongmeneng, Rajabasa, Bandar Lampung, 35145 [Kampus Utama Unila] 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
.
.
Untuk mengunduh formulir, petunjuk teknis, petunjuk pelaksanaan dan surat orisinalitas, silahkan klik link di bawah ini:
Formulir, petunjuk teknis, petunjuk pelaksanaan, surat undangan, surat orisinalitas, pamflet dan jadwal perlombaan SBS 2017
Untuk mengunduh naskah contoh lagu untuk La Chanson, contoh naskah La Poesie dan naskah puisi untuk musikalisasi puisi, bisa diunduh di link di bawah ini:
Naskah Musikalisasi Puisi, La Chansons dan La Poesie
.
.
So, Don't Missed it, OK?!👌
Yuk, adik-adik tetap semangat untuk menjadi Pemuda yang mempunyai semangat juang yang membara👊😎
Wassalamu'alaikum.Wr.Wb. .
.
#ReadyForSBS2017
#SBSWillBegin
#JunjungTinggiBudayaIndonesia
#HMJPBSFKIPUnila2017
#SolidaritasTanpaBatas
#Generasi_Inovatif
#Pendidikan
#MediaInformasi
Jumat, 29 September 2017
Naskah Musikalisasi Puisi
Selamat sore, Generasi Inovatif!
Wah, sudah H-21 nih!!! Sudahkah kamu mendaftarkan diri dan sekolahmu di kompetisi bahasa dan seni antar pelajar SMA se-Lampung yang paling keren, Semarak Bahasa dan Seni 2017? Wah, kalau belum ayo segera daftarkan diri dan sekolahmu ya!!!
Nah, untuk kamu yang mendaftarkan diri ke cabang lomba Musikalisasi Puisi, berikut beberapa puisi yang bisa kamu bawakan saat kompetisi nanti.
JALAN SETAPAK
By : Iswandi Pratama
Engkau jalan setapak di
pinggiran tanjungkarang
Meliuk di pinggang bukit,
lempang di landai pantai
Rumpang-lesuh di kampung
kumuh
Di minggu pagi,
Orang-orang, sebagian kecil
orang di kota ini
Merayakan akhir pekan, melintasimu
sambil menduga-duga
Seberapa dekat ujungmu pada
tanjung
Seberapa hampir tubirmu
pada pasir
Seberapa hirap harapmu pada
lanskap
Tapi bagi para peronce
perih
Engkau tak lain rima di
runcing lidah
Syair yang gampang
menggerung getir
Umpama buku, sampul mereka
kuning semata
Terlalu ricu pada sandi
sebab takut terduga
Bila luka, merah mereka
meriah rona
Maka datang lagi aku ketika
mereka lelah-jemu
Di hari-hari sibuk, di
terik tarikh
Mengetam kerak ngilu di
sekujurmu
Engkau jalan setapak yang
mengantarku
Ke hutan di pinggiran
tanjungkarang
Hutan yang belum pernah
mereka temukan
MERAH PUTIH GENTING
By : Iyut Fitra
(seratus lilin seperti tak redup.
seratus tahun serasa kemaren
bung, inilah kisah tentang ranah)
Setapak tepian yang tertinggal,
lembah lembab
Barangkali angin pun masih setia, di
sana dulu segala kau pesankan
Tuah dan petitih, biduk dengan
pendayung, sepancang tonggak
Hingga geliat kibar bendera
Maka di selaksa jejer pulau melati
pun harumlah
Lalu di setiap kolam-kolam teratai
pun kembanglah
Harumlah, kembanglah
Indonesia, napas yang terpancang.
Menderap gegas memburu
Arah baru
Dan kau berdiri tepat di sisinya
Meminang jejak sejarah, memainkan
lagu waktu yang tak tersimak
Sampai akhirnya kereta itu datang
juga; ke digul, ke digul!
Ke tempat di mana sepi ternyata tak
berkutik
Selain sesungging senyum, segelas
teh panas dan kacang goreng
Selebihnya mungkin jejak panjang
tentang cinta yang hilang
Waktu yang tak bertekuk
Musim terus tua
Begitu segala tampak lelah dalam
perguliran
Berapa kali kata terbingkai. Berapa
suluh yang telah menyala
Dan negeri itu kini serupa tersia
Kota-kota melumut
Benang-benang merah putih genting
dari ujung ke ujung
Mengusuti hari-hari debu. Hari-hari
penuh mesiu
“mengapa retak juga akhirnya cinta ini?
Mengapa belah juga gemburnya tanah
ini?”
Di tanah kusir, tanah yang kau minta
sendiri
Mungkin kau dengar keluh orang-orang
di jalan
Di ranjang
Di meja makan atau di tiang-tiang
bendera yang tak kokoh
Betapa perjalanan setelah
tahun-tahun kesunyian
Tampak seperti langkah-langkah luka
Dan tua
Karena di tiap tapal orang-orang
berlomba mencuri demi nasib
Sendiri-sendiri
Dan kau di sana, adakah tengah
menangis, atau sedang
Belajar dansa
(seratus lilin seperti tak redup.
seratus tahun serasa kemaren
ah, bung. istirahat sajalah!)
Payakumbuh
BUNGA DAN TEMBOK
By : Wiji Thukul
Seumpama
bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah
Seumpama
bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendaki adanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi
Seumpama
bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika
kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam
keyakinan kami
Di manapun – tirani harus tumbang!
Di manapun – tirani harus tumbang!
PADA SUATU HARI NANTI
Karya : Sapardi Djoko Damono
Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri
Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati
Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari
CINTAKU JAUH DI PULAU
By : CHAIRIL ANWAR
Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.
Naskah-naskah puisi ini bisa diunduh di link di bawah ini:
Naskah Musikalisasi Puisi, La Chansons dan La Poesie
Jangan lupa daftarkan diri dan sekolahmu yaa! Jadilah Generasi Inovatif masa kini!
Naskah Musikalisasi Puisi, La Chansons dan La Poesie
Jangan lupa daftarkan diri dan sekolahmu yaa! Jadilah Generasi Inovatif masa kini!
Contoh Naskah La Poesie
Selamat siang, Generasi Inovatif!
Wah, sudah H-20 nih!!! Sudahkah kamu mendaftarkan diri dan sekolahmu di kompetisi bahasa dan seni antar pelajar SMA se-Lampung yang paling keren, Semarak Bahasa dan Seni 2017? Wah, kalau belum ayo segera daftarkan diri dan sekolahmu ya!!!
Nah, untuk kamu yang mendaftarkan diri ke cabang lomba La Poesie, berikut contoh beberapa puisi yang bisa kamu bawakan saat kompetisi nanti. Naskah-naskah ini juga bisa kamu jadikan sumber referensimu. Semangat Generasi Inovatif!!!!
À flancs de coteau du village bivouaquent des champs
fournis de mimosas. À l’époque de la cueillette, il arrive que, loin de leur
endroit, on fasse la rencontre extrêmement odorante d’une ville dont les bras
se sont occupés durant la journée aux fragile branches. Pareille à une lampe
dont l’auréole de clarté serait de parfum, elle s’en va, le dos tourné au
soleil couchant.
Il serait sacrilège de lui adresser la parole.
L’espradille foulant l’herbe, cédez-lui le pas du chemin. Peut-être aurez-vous la chance de distinguer sur ses lèvres la chimère de l’humidité de la Nuit?
Elle a mis le couvert et mené à la perfection ce à quoi
son amour assis en face d’elle parlera bas tout à l’heure, en la dévisageant. Cette
nourriture semblable à l’anche d’un hautbois.
Sous la table, ses chevilles nues caressent à présent la chaleur du bien-aimé, tandis que des voix, qu’elle n’entend pas, la complimentent. Le rayon de la lampe emmêle, tisse sa distraction sensuelle.
Un lit, très loin, sait-elle, patiente et tremble dans l’exil des draps odorants, comme un lac de montagne qui ne sera jamais abandonné.
Wah, sudah H-20 nih!!! Sudahkah kamu mendaftarkan diri dan sekolahmu di kompetisi bahasa dan seni antar pelajar SMA se-Lampung yang paling keren, Semarak Bahasa dan Seni 2017? Wah, kalau belum ayo segera daftarkan diri dan sekolahmu ya!!!
Nah, untuk kamu yang mendaftarkan diri ke cabang lomba La Poesie, berikut contoh beberapa puisi yang bisa kamu bawakan saat kompetisi nanti. Naskah-naskah ini juga bisa kamu jadikan sumber referensimu. Semangat Generasi Inovatif!!!!
1
CONGÉ AU VENT
Il serait sacrilège de lui adresser la parole.
L’espradille foulant l’herbe, cédez-lui le pas du chemin. Peut-être aurez-vous la chance de distinguer sur ses lèvres la chimère de l’humidité de la Nuit?
2
L’AMOUREUSE EN SECRET
Sous la table, ses chevilles nues caressent à présent la chaleur du bien-aimé, tandis que des voix, qu’elle n’entend pas, la complimentent. Le rayon de la lampe emmêle, tisse sa distraction sensuelle.
Un lit, très loin, sait-elle, patiente et tremble dans l’exil des draps odorants, comme un lac de montagne qui ne sera jamais abandonné.
Naskah-naskah puisi ini bisa diunduh di link di bawah ini:
Naskah Musikalisasi Puisi, La Chansons dan La Poesie
Jangan lupa daftarkan diri dan sekolahmu yaa! Jadilah Generasi Inovatif masa kini!
Naskah Musikalisasi Puisi, La Chansons dan La Poesie
Jangan lupa daftarkan diri dan sekolahmu yaa! Jadilah Generasi Inovatif masa kini!
Langganan:
Postingan (Atom)

